July 27th, 2008 by st4rcr0w
Beberapa bulan sudah saya lewati di Samarinda. Kembali ke tanah kelahiran
ternyata sangat menyenangkan. Seperti yang saya ingat, Samarinda menawarkan
suasana kerja yang menyenangkan.
Namun satu hal yang sangat mengganggu saat ini. Lalulintas nya. Secara umum
yang menonjol adalah mentalitas mengemudi yang menurut saya agak “aneh”.
Meski memang belum se-”mengerikan” Medan. Yang paling sering bikin deg-degan adalah seringnya saya didahuului dari
sebelah dalam. Jadi misalnya saya mau belok kiri, ternyata persis saat
saya membelok, ada kendaraan lain yang mendahului saya, DARI SEBELAH KIRI.
Bisa bayangin betapa kagetnya? Dan hai itu tidak terjadi satu dua kali.
Menyeramkan sekali. Kemudian di beberapa kesempatan, terutama di akhir minggu, saya melihat
gerombolan aanak-anak kecil (paling mereka anak SD ato paling tua SMP) yang
bersepeda. Di perempatan, saat jalur mereka lampu merah, mereka malah
menerobos bergerombol sambil berteriak2, seakan-akan karena mereka masih
kecil dan bergerombol mereka menjadi “untouchable”. Budaya apakah ini?
Adakah yang bisa kita lakukan? ___ Sent with SnapperMail through Treo650
with Telkom Flexi network
Posted in Uncategorized | 3 Comments »
July 17th, 2008 by st4rcr0w
Beberapa hari ini saya cukup disibukkan dengan kegiatan memasang modem huawei E220 saya pada laptop yang dipasangi linux blankon 2.0. huh, tidak saya ceritakan di sini kaena prosesnya cukup ‘menyakitkan’. Tapi yang penting sekarang uda bisa
Setelah melalui proses itu, saya memutuskan memutuskan mencoba memasang modem tersebut di laptop dell c400 saya dari jaman baheula yang sudah saya install xubuntu 8.04 hardy heron. Untung-untungan deh. Ternyata, masangnya gampaaaaaaaaang banget. Tinggal saya tancep di usb, trus untuk jaga-jaga saya set modem di application-system-network. Saya bikin aja modem di /dev/ttyUSB0. Sampe sekarang saya ga yakin apakan step ini perlu. Jadi buat teman2 yang mau mencoba, saran saya langsung saja kerjakan step selanjutnya di bawah ini. Setelah itu saya buka terminal (application-accesories-terminal) lalu ketik sudo wvdialconf ini akan menuliskan file /etc/wvdial.conf . Setelah itu kita edit file tersebut dengan perintah
sudo abiword /etc/wvdial.conf maka akan terbuka filenya. Silakan cari di file tersebut bagian untuk memasukkan dial number, username dan password. Jangan lupa menghilangkan tanda “;” di depan ketiga tempat tersebut untuk menunjukkan bahwa perintah tersebut digunakan. Nah, untuk dial numbernya, saya menggunakan nomor *99# . Utuk username saya isi xlgprs, password proxl . Loh, itu kan untuk menggunakan xl? Katanya mau pake telkosel flash? Hehehe, karena telkomsel flash tidak pake username dan password, tapi kalo dikosongin ya ga konek. Saya masukin aja punyañya xl, jadi kalo sewaktu-waktu mau pake kartu xl saya langsung tancep aja. Nah , setelah selesai mengedit file wvdial.conf, save file tersebut dan tutup abiword. Selanjutnya dari terminal ketik sudo wvdial maka anda akan dikoneksikan ke telkomsel flash. Bagaimana tau kalau sudah terkoneksi? Di situ akan tampak tulisan primary DNS address bla bla bla, secondary DNS address bla bla bla , maka anda sudah terkoneksi. Silakan buka firefox anda untuk b rowsing, anda pertama kali akan dibawa ke halamannya telkomsel flash.
jika selesai browing, di terminal tekan ctrl-c untuk memutus koneksi. Sama sekali ga susah kan? Selamat mencoba. ___ Sent with SnapperMail through Treo650
with Telkom Flexi network
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 30th, 2008 by st4rcr0w
Seperti yang dapat dibaca dari beberapa tulisan saya, saya adalah pengguna
linux. Namun beberapa hari ini saya merasakan pengalaman yang tidak
menyenangkan saat mengggunakan OpenOffice.org Base (OOoBase), sebuah
software database seperti MS Access di windows.
Penggunaan OOoBase sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan produk
microsoft saingannya. Mesin HSQL yang dipergunakan pun secara teoritis
lebih superior daripada native engine yang terdapat di MS Access. Tanpa
perlu terlalu banyak beradaptasi saya dapat melakukan pekerjaan yang saya
butuhkan di OOoBase. Sampai di sini baru timbul masalah. Ternyata OOoBase itu lambaaaaaaaat
sekali. Bahkan untuk orang yang sabar seperti saya (hehehe) kelambatan
OOoBase sangat mengganggu. Saya menggunakan OOoBase di laptop saya yang
dipasangi Blankonlinux 2.0 dengan OpenOffice.org 2.3 (bentar lg bakal
upgrade ke blankon 3.0 hehehe). Laptop a-note, processor Intel dual core
1,8, ram 1Gb, HD 80Gb.
Lambat gimana sih? Contoh, untuk menambahkan satu tabel di tampilan
relationship bisa 1 menit sendiri. Menambahkan relationship one-to-many,
tiap relationship bisa 20 detik-an. Apalagi kalo mau mengedit tabel atau
relationship. Lambatnya sampai bisa saya pake bikin kopi dulu. Terus terang saya bukan orang yang cari makan dari komputer… Tapi saya
bisa bayangkan kalo seseorang bekerja membuat database dengan OOoBase, bisa
bunuh diri saking lambatnya. Terasa sekali jika sdh cukup lama bekerja
membuat database, respon dari OOoBase menjadi makin lambat. Mengganti
properti satu bagian form bisa memakan waktu beberapa meni. Sama sekali
tidak salah lihat kok, emang beberapa menit untuk mengganti properti di
form. Proyek saya di OOoBase adalah proyek rekam medis pribadi, rencana juga
dirilis buat semua yang membutuhkan dengan license GPL. Tapi kalo selambat
itu, ya jadinya saya pikir2 lagi. Software dibuat untuk membantu kok, bukan
merepotkan.
___ Sent with SnapperMail through Treo650
with Telkom Flexi network
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
April 27th, 2008 by st4rcr0w
Pagi ini saya mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan. Teman saya Yusuf, yang telah bertahun-tahun bersama kami, melayani Tuhan bersama, melewati berbagai hal bersama, ternyata pagi ini pkl 6.30 meninggal dunia. Penyebabnya adalah suatu penyakit autoimun bernama Guillain-Barre Syndrome (GBS). GBS menyebabkan kelumpuhan otot tubuh, menjalar dari bawah, sampai menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan. Yusup dalam kenangan saya adalah teman yang melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Dan juga seorang pekerja keras dan ulet. Hal ini terlihat jika PS Efrata mendapat lagu baru, maka di saat kami sedang beristirahat sering kali kámi melihat Ucup berkutat dengan ‘little black dots’ alias gambar2 kecambah di partitur pianonya. Saya tidak akan mengatakan Ucup adalah seorang jenius musik yang dng enteng menguasai berbagai lagu , namun dia adalah seorang pekerja keras yang akan mempelajari lagu tersebut sampai bisa, meski akan memakan waktunya sendiri. Di situlah justru letak kekuatannya. Sebagai seorang teman Yusup adalah teman yang baik, menyenangkan. Ia memang perasa, dan sering menyimpan sendiri jika ada hal yang menurutnya tidak menyenangkan . Namun di sisi lain ia pun tidak akan segan menegur jika ada rekan yang melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya dalam pelayanan. Kombinasi ini juga menjadi kelkuatan Ucup yang membuatnya bertahun-tahun melayani di gereja, dan PS Efrata. Saya selalu berharap saya memiliki kekuatan hati seperti dia dalam melayani. Selamat jalan temanku, kami benar-benar kehilangan. Selamat berbahagia di sisi Bapa, kita bertemu lagi saatnya nanti…
___ Sent with SnapperMail through Treo650
with Telkom Flexi network
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 2nd, 2008 by st4rcr0w
Lagi nunggu pesawat di airport juanda, iseng2 dengerin music player saya yang kebetulan isinya grup musik bernama dragonforce, album inhuman rampage. Terus terang belum terlalu lama kenal grup ini (kasian yah hehehe). diperkenalkan teman saya asykar, anak uro jakarta.
dragonforce menurut saya mengusung aliran power metal, dan setahu saya mereka sendiri menyebut gaya mereka adalah extreme power metal. Musik ini ditandai dengan tempo musik yang sangat cepat dan bertenagga. Nah, menariknya dragonforce adalah gitaris mereka Herman Li, yang membawa gaya musik seperti nada2 yang berasal video game. Contohnya, masih inget bunyi pada game ‘pacman’? Sepanjang album inhuman rampage ini bunyi semacam itu banyak dihasilkan. Mengenai musik yang mempengaruhi, dragonforce terdengar banyak dipeñgaruhi grup2 metal eropa seperti helloween dan iron maiden. Hanya saja, dragonforce lebih cepat temponya. Nada2 lagunya juga banyak mengambil nada mayor, sehingga jika dinyanyikan dengan tempo ‘ normal ‘ dan tanpa distorsi gitar akan terdengar seperti lagu anak-anak. Saat saya pertama mendengar solo gitar grup ini, yang teringat pertama kali adalah CACOPHONY!!! Saya tidak terlalu berharap masih banyak yang ingat sama grup ini, tapi buat anak metal thn 90-an , grup yang digawangi marty friedman ( yes , THE Marty friedman from megadeth) dan jason becker ini pasti masih diingat. Dragonforce dalam banyak hal sangat mengingatkan saya pada cacophony, terutama sound gitarnya.
satu lagi ciri dragonforce adalah pemakaian keyboard yang sangat ekstensif, mengingatkan saya pada bon jovi, hanya saja dengan gaya yang sangat berbeda. Kata2-nya pun sangat tidak bisa dibandingkan dengan bon jovi heheheh. Tak ada lagu cinta. Kebanyakan kata2 dalam lagu dragonforce bersifat fantasi.
cacophony and bon jovi? Hmmm, saya sendiri malah ga terlalu setuju jadinya….:) ok, pesawat uda mau brkt ni
___ Sent with SnapperMail through Treo650
with Telkom Flexi network
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 20th, 2007 by st4rcr0w
Teman-teman, mulai sekarang saya tidak akan post di blog-nya friendster lagi, melainkan akan posting di website saya sendiri di http://www.soebhali.net . Website saya ini masih agak kosong, baru terisi beberapa buku, namun di masa mendatang saya janjikan akan terisi banyak buku elektronik untuk kepentingan teman-teman. silakan dilihat, dan dikomentari. setiap komentar akan sangat berguna bagi pengembangan website tersebut selanjutnya. Selain buku elektronik site itu akan juga berisi software-software yang saya rasa berguna.
terima kasih, sampai ketemu di soebhali.net
Posted in Weblogs | No Comments »
November 30th, 2007 by st4rcr0w
saat ini saya sedang membaca buku case for christ. Buku ini ditulis oleh
seorang mantan editor chicago tribun, dalam pencarian jawaban
pertanyaan-pertanyaan yang akhir-akhir ini bnyk diajukan kepada
kekristenan.
___ Sent with SnapperMail through Treo650
with Telkom Flexi network
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
October 30th, 2007 by st4rcr0w
Selama ini saya sering kebingungan, bagaimana cara yang enak untuk membaca
file PDF di handheld / PDA. Mencoba Adobe Acrobat reader untuk PDA, baik
pada palm ataupun PocketPC (PPC) ternyata sangat tidak praktis karena saya
menjadi sangat tergantung dengan sync yang dilakukan dengan komputer.
Setiap ada file pdf, maka saya harus melakukan syncronize dengan komputer,
dan menurut saya hal tersebut sangat tidak praktis. Akhirnya selama
beberapa waktu saya tidak mengggunakan fil pdf di pda saya. Sampai suatu
ketika seorang kawan mengabari software bernama Repligo. Repligo sangat
praktis untuk membaca file pdf, karena memiliki fasilitas flowed text
seperti adobe acrobat reader yang memungkinkan teks terbaca lebih jelas di
layar pda yang kecil. Penggunaannya pun mudah. Tinggal membuka file
tersebut di komputer, lalu di print dengan driver printer repligo yang
sudah terinstall. Persis seperti menggunakan printer biasa, bedanya
hasilnya tidak berbentuk cetakan pada kertas melainkan file berekstensi rgo
di folder yang kita tentukan. Hasilnya lalu dapat dikopi ke memory card
tanpa perlu sync, cukup dg card reader. Lebih praktis bukan?
___
Sent with SnapperMail
through Treo650
with Telkom Flexi network
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
October 26th, 2007 by st4rcr0w
Banyak ternyata yang bisa dilakukan untuk posting blog. Salah satunya
adalah dengan menggunakan fasilitas mobile blogging dari friendster blog.
Fasilitas ini memungkinkan kita posting content blog dengan menggunakan
email. Email itu dapat dikirimkan dengan menggunakan pda, seperti yang
saya sedang lakukan saat ini. Jadi praktis di mana pun kita berada, tetep
bisa blogging. Menarik bukan? ___ Sent using SnapperMail through Treo650
riding the Telkom Flexi network
Posted in Web/Tech | No Comments »
July 28th, 2006 by st4rcr0w
ga tau kenapa sekarang semua jadi begitu panjang, begitu jauh…
it’s my path though, and i know at the end it will end…
but so many plans laid upon… so many hopes spoken…
i wish there’s something i can do ..
pray..
that’s all i have to do…
and walk the path…
" there is a big different between knowing the path, and knowing the path… "
(moprheus, the matrix)
Posted in Weblogs | 1 Comment »